Lifestyle

Bisnis Tanaman Hidroponik Mencapai Keuntungan Hingga 3x Lipat

184
×

Bisnis Tanaman Hidroponik Mencapai Keuntungan Hingga 3x Lipat

Share this article

Bisnis tanaman hidroponik merupakan suatu peluang bisnis yang menjanjikan dan sangat menguntungkan. Kenapa demikian?

Pasalnya, kini banyak masyarakat yang menggalakkan gaya pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan-makanan hijau yang ramah lingkungan.

Oleh karena itu, tidak heran jika bisnis ini sangat populer di kalangan pengusaha dan banyak diminati oleh pebisnis.

Seiring dengan berkurangnya lahan pertanian, banyak masyarakat yang mulai mengubah cara metode bercocok tanamnya menjadi sistem hidroponik.

Tidak ada yang menyangka bahwa bisnis tanaman hidroponik ini juga bisa menjadi ladang yang menguntungkan jika Anda bekerja keras.

Ingin tahu rahasia bisnis budidaya tanaman hidroponik yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan?

Mari simak ulasan artikel wartametro.com berikut ini.

Apa Itu Hidroponik

Hidroponik adalah suatu teknik menanam tanaman terutama sayur-sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Untuk menanam tanaman dengan sistem ini dapat menggunakan media tanam hidroponik seperti rockwool, arang sekam, kelapa, batang pakis, kapas, spon, kerikil, dan gabus (styrofoam).

Manfaat Keunggulan Tanaman Hidroponik

Manfaat Keunggulan tanaman hidroponik adalah sebagai suatu yang membuat lingkungan sekitar rumah anda menjadi lebih hijau.

Selain untuk penghijauan, tanaman hidroponik juga bisa dijadikan bisnis yang menjanjikan dan menguntungkan.

Bahkan, keuntungan untuk menjalankan bisnis ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulannya.

Saat ini sudah banyak masyarakat yang sadar akan pola hidup sehat terutama di perkotaan sehingga peluang usaha tanaman hidroponik sangat potensial.

Gaya Pola hidup sehat ini bisa Anda mulai dengan menjaga lingkungan rumah tetap hijau dan memanfaatkan taman atau ruang terbuka lainnya sebagai area taman.

Selain untuk dikonsumsi sendiri, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual hasil panen hidroponik.

Berkebun mempunyai nilai positif sebagai kegiatan rekreasi. Banyak pengusaha sukses di bidang ini yang memulai hobi menanam dan merawat tanaman.

Siapa sangka bisa menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah dari hobi ini?

Cara Kerja Hidroponik

Di bawah ini adalah beberapa contoh cara kerja hidroponik dalam dunia pertanian.

Alternatif Area Tanam

Sistem hidroponik menggunakan larutan air yang mengandung unsur hara khusus sebagai area tanam.

Area tanam alternatif ini dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara memadai tanpa unsur nutrisi yang biasanya ditemukan di tanah.

Sistem Irigasi

Hidroponik menggunakan larutan air yang mengandung seluruh unsur hara tanaman.

Dimana larutan disalurkan langsung ke akar tanaman melalui sistem irigasi.

Nutrisi Yang Terkendali

Berbeda dengan media tanah, larutan air yang digunakan dalam sistem hidroponik dikondisikan untuk memiliki komposisi nutrisi yang benar.

Kandungan nutrisi mencakup unsur-unsur penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, serta unsur-unsur mikro seperti besi, tembaga, dan seng.

Kombinasi unsur nutrisi harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan tahap pertumbuhannya.

Pengendalian Lingkungan

Pengendalian lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan sistem hidroponik.

Contoh Suhu, kelembapan, pH larutan nutrisi, dan intensitas pencahayaan merupakan parameter yang harus disesuaikan dengan cermat.

Pada umumnya tanaman hidroponik sering ditempatkan di dalam rumah kaca atau ruang tertutup untuk memudahkan pertumbuhannya.

Pemantauan dan pemeliharaan rutin

Dalam hal ini, petani perlu mengganti larutan nutrisi secara berkala, menjaga pH pada kisaran yang tepat, memeriksa hama dan penyakit, dan memastikan tanaman mendapat penerangan yang cukup.

Optimasi Pertumbuhan

Sistem hidroponik dapat mendukung pertumbuhan tanaman dengan lebih optimal dibandingkan metode lainnya.

Jika dikelola dengan baik dan hati-hati, sistem hidroponik dapat membantu menghasilkan panen yang lebih besar dan lebih cepat.

Apa itu Bisnis Tanaman Hidroponik

Bisnis Tanaman Hidroponik adalah suatu usaha penanaman sayuran atau buah-buahan yang umumnya dilakukan pada lahan yang kecil.

Berbeda dengan usaha tanaman lokal tradisional, tanaman hidroponik menggunakan lahan tanam khusus sehingga dapat tumbuh dengan baik di lahan terbatas.

Cara Memulai Bisnis Tanaman Hidroponik

Memulai usaha tanaman hidroponik merupakan langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Hidroponik, juga dikenal sebagai pertanian tanpa tanah, dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan tanaman berkualitas tinggi dengan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.

Nah, jika Anda tertarik dengan peluang usaha ini, simak cara memulai bisnis tanaman hidroponik di bawah ini.

Tentukan Jenis Tanamannya

Untuk memulai bisnis tanaman hidroponik, Anda harus menentukan jenis tanamannya terlebih dahulu.

Dapat disesuaikan dengan ukuran luas lahan dan kebutuhan pasar. Tanaman yang umum ditanam adalah sayuran hijau seperti sawi, selada air, timun, paprika, tomat, dan masih banyak lagi.

Selain itu, hidroponik memungkinkan Anda menanam dan tidak hanya sayuran, tetapi juga buah-buahan, tanaman herbal, dan bahkan bunga.

Siapkan Modal dan Rencana Bisnis

Tentu saja, pada titik ini Anda harus membuat anggaran untuk biaya-biaya yang diperlukan dan membuat rencana bisnis yang dikembangkan dengan baik.

Besar kecilnya anggaran Anda sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya bisnis yang Anda bangun.

Contohnya adalah membangun rumah kaca yang tentunya membutuhkan anggaran yang besar.

Namun, membangun rumah kaca sebenarnya opsional (tetapi tidak wajib) dalam bisnis ini.

Sedangkan anggaran untuk kebutuhan pokok seperti pembelian bibit, pipa, lahan tanam, pupuk, dan lain-lain disesuaikan dengan luas lahan. Anda perlu membuat rencana bisnis pada saat tanaman Anda sedang panen.

Dimana saya bisa membelinya?

Apakah Anda berjualan di semua platform media online?

Bagaimana Cara Bisa Bekerjasama dengan beberapa restoran, rumah makan, dan supermarket?

Apakah Anda ingin membuka toko atau kios?

Apapun rencana bisnis Anda, pastikan semuanya terencana dengan baik.

Siapkan Lahan

Meski tidak membutuhkan banyak lahan, namun bisnis tanaman hidroponik tetap membutuhkan lahan.

Anda bisa memanfaatkan ruang kosong di rumah anda atau menyewakannya dan dijadikan tempat khusus untuk menanam tanaman hidroponik ini.

Namun yang perlu Anda ketahui, menyewa lahan kosong berarti akan menambah anggaran Anda.

Perdalam Ilmu Pertanian

Cara memulai bisnis tanaman hidroponik selanjutnya adalah dengan memperluas pengetahuan di bidang pertanian.

Sekalipun bercocok tanam adalah hobi Anda, namun akan sia-sia jika Anda tidak memiliki ilmu pengetahuan budidaya tanaman hidroponik.

Banyak sekali literatur yang bisa anda baca untuk menambah pengetahuan dan wawasan anda. Anda juga bisa bertanya langsung kepada petani hidroponik lainnya.

Mencari Bibit Terbaik

Kunci utama keberhasilan budidaya tanaman hidroponik adalah benih atau bibit yang berkualitas.

Tanpa bibit yang berkualitas, kecil kemungkinannya Anda akan mendapatkan hasil panen yang berkualitas.

Oleh karena itu, pilihlah supplier bibit terbaik dan berkualitas untuk menjadi supplier bisnis Anda.

Promosi

Tujuan promosi adalah membangun kepercayaan dan membuat bisnis Anda dikenal masyarakat dan konsumen sasaran.

Kembangkan bisnis Anda menggunakan semua platform media baik online maupun offline.

Analisa Bisnis Tanaman Hidroponik

Sebelum memulai bisnis ini, perlu Anda ketahui bahwa bisnis tanaman hidroponik sebenarnya tidak membutuhkan rumah kaca.

Misalnya, menanam sayuran salada memerlukan lahan sekitar 150 meter persegi.

Lahan ini akan digunakan untuk bercocok tanam, dan sistem hidroponik membutuhkan luas lahan kurang lebih 100 meter persegi. Sebanyak 11.200 tanaman dapat ditanam di lahan ini.

Sayuran salada membutuhkan waktu 28 hingga 30 hari sejak disemai hingga dipanen.

Jika kisaran harga 1 kg salada isi 16 sayur adalah Rp 40.000, maka hasil akhirnya tinggal mengkalikan keduanya.

Tak perlu dikatakan lagi, keuntungannya jelas lebih tinggi jika dijual dalam kemasan 25 gram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page