Otomotif

Tips Menjaga Keselamatan Kerja di Bengkel Otomotif

112
×

Tips Menjaga Keselamatan Kerja di Bengkel Otomotif

Share this article
keselamatan kerja di bengkel otomotif
keselamatan kerja di bengkel otomotif

Bengkel otomotif adalah tempat yang berisiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan kerja. Ada banyak bahaya yang mengancam keselamatan pekerja, seperti alat-alat tajam, listrik, bahan kimia, api, gas, dan lain-lain. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menjaga keselamatan kerja di bengkel otomotif.

Selain itu, penting juga bagi pekerja untuk mematuhi aturan dan prosedur keselamatan kerja di bengkel otomotif. Dan agar tetap selamat saat bekerja, di bawah ini kita akan memberikan tips menjaga keselamatan kerja di bengkel otomotif.

Tips Menjaga Keselamatan Kerja di Bengkel Otomotif

1. Menggunakan Peralatan Pelindung Diri (PPD)

Peralatan pelindung diri (PPD) adalah alat-alat yang digunakan untuk melindungi tubuh dari bahaya yang ada di lingkungan kerja. PPD yang harus digunakan oleh pekerja bengkel otomotif antara lain:

Helm: untuk melindungi kepala dari benturan dan benda jatuh.

Kacamata: untuk melindungi mata dari percikan api, debu, atau benda asing.

Sarung tangan: untuk melindungi tangan dari luka, panas, atau bahan kimia.

Sepatu: untuk melindungi kaki dari benda tajam, panas, atau listrik.

Masker: untuk melindungi hidung dan mulut dari asap, gas, atau bau tidak sedap.

Rompi: untuk melindungi dada dan punggung dari benturan atau tusukan.

Pekerja harus memastikan bahwa PPD yang digunakan sesuai dengan ukuran, kondisi, dan fungsi. Selain itu, pekerja juga harus membersihkan dan merawat PPD secara berkala agar tetap higienis dan awet.

2. Memeriksa Kondisi Alat dan Mesin

Alat dan mesin yang digunakan di bengkel otomotif harus dalam kondisi baik dan berfungsi dengan benar. Pekerja harus memeriksa kondisi alat dan mesin sebelum dan sesudah digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Kabel: harus utuh dan tidak terkelupas atau terputus.

Saklar: harus mudah dioperasikan dan tidak macet atau rusak.

Tombol: harus berfungsi dengan baik dan tidak tertekan secara terus-menerus.

Baut: harus kencang dan tidak longgar atau hilang.

Pisau: harus tajam dan tidak patah atau bengkok.

Roda: harus lancar berputar dan tidak macet atau aus.

Jika ada alat atau mesin yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik, pekerja harus segera melaporkannya kepada atasan atau teknisi. Pekerja tidak boleh mencoba memperbaiki alat atau mesin sendiri tanpa izin atau pengetahuan yang cukup.

3. Menjaga Kebersihan dan Ketertiban Tempat Kerja

Kebersihan dan ketertiban tempat kerja adalah faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pekerja harus menjaga kebersihan dan ketertiban tempat kerja dengan cara:

– Membersihkan debu, kotoran, minyak, atau cairan lain yang menempel pada lantai, meja, dinding, atau peralatan kerja.

– Menyimpan alat-alat kerja pada tempatnya setelah selesai digunakan.

– Menyingkirkan benda-benda yang tidak diperlukan atau berbahaya dari area kerja.

– Menandai area kerja yang berisiko tinggi dengan rambu-rambu peringatan atau pembatas.

– Menyediakan tempat sampah yang cukup dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Kebersihan dan ketertiban tempat kerja dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, produktivitas, dan keselamatan pekerja.

4. Mengikuti Prosedur Kerja yang Benar

Prosedur kerja adalah langkah-langkah yang harus diikuti oleh pekerja untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan baik dan aman. Pekerja harus mengikuti prosedur kerja yang benar sesuai dengan standar operasional yang berlaku di bengkel otomotif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

– Membaca dan memahami instruksi kerja yang diberikan oleh atasan atau pelanggan.

– Memilih alat dan mesin yang sesuai dengan jenis dan ukuran pekerjaan.

– Mengatur kecepatan, tekanan, suhu, atau waktu kerja sesuai dengan spesifikasi alat atau mesin.

– Memperhatikan tanda-tanda bahaya atau peringatan yang ada pada alat atau mesin.

– Menggunakan PPD yang sesuai dengan jenis dan tingkat bahaya pekerjaan.

– Mematikan alat atau mesin setelah selesai digunakan dan melepaskan sumber listrik.

Dan itulah tips menjaga keselamatan kerja di bengkel otomotif. Jangan lupa untuk selalu mengikuti prosedur kerja yang benar dapat menghindari kesalahan, kerusakan, atau kecelakaan kerja. Semoga informasinya bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page